Sabtu, 06 September 2008

MENGHADAPI SITUASI SULIT

Situasi dunia saat ini banyak membuat orang kuatir entah itu orang dunia maupun anak Tuhan al;
 Ekonomi – Situasi perdagangan sebagian besar semakin merosot
 Ancaman kenaikan harga 2 barang pokok yang terus menerus naik ; BBm, kebutuhan bahan pokok, air, listrik, dll
 Bencana alam , Ancaman teroris, Perampokan, Pencurian dsbnya
 Ancaman orang2 yang tidak bertanggung jawab ; Penculikan, Narkotika, Pelecehan seksual, Tontonan dan hiburan, Pergaulan yang merusak, dll

Bagaimana orang percaya mengatasi situasi sulit yang sering membuat kuatir ? Tuhan Yesus berkata ; “Janganlah kamu kuatir . . . . ! “ Dalam Alkitab ada beberapa contoh orang2 percaya yang juga mengalami situasi sulit namun ada perbedaan diantara mereka, ada yang mengambil tindakan salah dan ada yang mengambil tindakan benar.

Contoh tindakan SALAH ;
A1. Keluarga Naomi, Rut 1 : 1a ( Keadaan sulit dinegeri Israel, mengancam kelangsungan bisnis keluarga Naomi – Elimelekh )
2. Mengambil tindakan yang salah – sebab tidak minta petunjuk dan persetuajuan Allah, Rut 1 : 1b
3. Hukuman Allah menimpa – Rut 1 : 3 – 5.

B1. Saul terjepit, 1 Sam 13 : 5-7, menghadapi tentara Filistin yang sangat banyak, sedang rakyat yang menyertai Dia meninggalkannya, sedang yang tersisa bersama Dia gemetaran.
2. Saul melakukan tindakan yang salah mempersembahkan korban bagi Tuhan 1 Sam 13: 8 – 9.(Yang boleh mempersembahkan korban kepada Tuha hanyalah seorang Imam, tidak boleh orang lain walau seorang Raja sekalipun ) meskipun dengan tujuan benar.
3. Vonis Allah turun seketika, 13 : 13-14. Ditolak Allah menjadi raja Israel selamanya beserta keturunannya, Allah memilih orang lain menggantikan dia.

C1. Ahazia mengalami sakit, 2 Raj 1 : 2a.
2. Mengutus orang menanyakan kesembuhannya kepada Allah asing yang di Ekron, merupakan tindakan salah ( 2b ) , seharusnya menanyakan kepada Allah Israel, lewat Urim – Tumim atau lewat nabi Tuhan.
3. Hukuman Allah turun seketika lewat perkataan nabi Elia ( 4 ) sehingga ia tidak bangun lagi dari tempat tidaurnya sampai mati.

Contoh tindakan benar ;
A1. Keamanan & keselamatan. 1 Sam 30: 3 - 6a. –
Situasi sulit dan pahit dialami Daud, kehilangan harta benda, anak – istri dan keluarganya ( orang tua dan sanak saudara mengikuti Daud ) Dalam kesedihannya Daud sampai tidak kuat lagi menangis – kita belum pernah mangalami seperti ini.
2. Namun Daud melakukan tindakan yang benar, dengan menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan. Minta petunjuk bagaimana menghadapi masalah tersebut, sebab petunjuk dari Tuhan tidak pernah salah, meskipun kelihatannya sulit melaksanakannya.
3. Pertolongan Tuhan membuat Daud mendapat kembali apa yang dirampas oleh musuh, bahkan memperoleh banyak jarahan.

B1. Keselamatan jiwa & reputasi bisnis. Dan 6: 8 – 10. Situasi sulit dialami Daniel, meskipun, dia tidak melakukan kesalahan apapun.
2. Daniel melakukan tindakan benar dengan tetap menyerahkan segala masalahnya kepada Allahnya. ( 11 ) Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada Tuhan karena Ialah yang memperdulikanmu, 1 Pet 5 : 7.
3. Pertolongan Tuhan yang ajaib, membuat Daniel tidak dimakan oleh singa, sebaliknya para musuhnya yang menjadi korban, dan Daniel mendapat kemuliaan.

C1. Kematian anaknya dialami oleh perempuan Sunem, 2 Raj 4 : 18 – 20. Namun perempuan ini tidak meminta pertolongan kepada para dukun atau orang 2 pintar disekitarnya,
2. Dia menetapkan hatinya untuk meminta pertolongan kepada Allah Isarel lewat nabiNya, itu sebabnya dia pergi ke tempat nabi itu meskipun jauh tempat tinggalnya 2 Raj 4 : 25.
3. Berkat Allah dinyatakan dengan anaknya hidup kembali – 2 Raj 4 : 35.

D1. Naomi kembali kepada Allah Israel, meskipun kondisinya sudah sangat menyedihkan, tidak peduli apa kata orang. Ketika memutuskan kembali kepada Allah, meskipun belum melangkah namun Allah sudah melakukan tindakan ajaib terlebih dahulu, yakni merubah pikiran salah seorang menantunya yang asli orang Moab, sehingga berkeinginan menjadi orang Israel meskipun “ Orang Israel yang bersama dia” dalam kondisi bangkrut, inilah salah satu hal ajaib yang dikerjakan Allah, Dan menantu tsb tidak mau kembali kepada sanak saudaranya – maupun kepada Allahnya. Kalau dalam kondisi keberkatan / kelimpahan mudah bagi orang lain mengikuti kita, tapi yang dialami Naomi sangat bertolak belakang , suaminya mati, kedua anaknya mati, ekonominya hancur ( bangkrut ), tapi Rut menantunya hidup mati mau tetap mengikutnya, ini semata-mata pekerjaan Allah. Rut 1 :6, 20 – 21.

SERAHKANLAH SEGALA KEKUATIRANMU KEPADANYA , SEBAB IA YANG MEMELIHARA KAMU – ( 1 PETRUS 5 : 7 )

Tidak ada komentar: