Minggu, 30 November 2008

KEKUATAN HADAPI KESULITAN


Ketika krisis ekonomi global mulai melanda dunia, banyak orang merasa ketakutan. Dari kalangan atas, mereka yang memiliki kekayaan berupa saham jantungnya merasa dag dig dug, sebab gejolak harga saham di bursa saham, banyak yang mengalami terjun bebas, dan itu berarti pundi – pundi duit mereka bisa habis dalam sekejab. Ada orang yang mengatakan bisa – bisa kertas saham yang mereka pegang yang sebelumnya begitu dibangga - banggakan pada akhirnya akan jadi lebih murah dibandingkan dengan kertas tissue di toilet .Ah masak sampai begitu ? ? Itu sebabnya banyak orang yang memiliki kekayaan berupa saham menjadi gila atau setengah gila ketika melihat kekayaan mereka yang dihasilkan dari kerja keras berpuluh – puluh tahun lenyap dalam hitungan menit bahkan dalam hitungan detik.
Mari kita bercermin kepada Firman Tuhan ; “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati..” 1 Timotius 6 : 17. Kekuatan kita menghadapi kesulitan keuangan global adalah hanya berharap kepada Allah, Dialah yang sanggup menjamin hidup kita, keluarga dan bisnis kita.

Dari kalangan bawah, hati was – was karena takut mengalami PHK, karena perusahaan mengalami penurunan omset penjualan, yang berdampak penurunan jumlah produksi, yang pada akhirnya perusahaan akan merumahkan karyawan karena tidak ada sesuatu yang dikerjakan.Bagaimana dengan hidup keluarga mereka selanjutnya kalau mereka di PHK, sedang mencari lowongan kerja pada saat seperti ini sulit sekali, belum lagi pengangguran tambah hari bertambah banyak. Jadi dalam kondisi seperti ini tidak ada orang yang bisa hidup tenang, bagaimana bisa mendapatkan ketenangan itu ? ?
Mari kita renungkan Firman Tuhan : “ Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman : “Aku sekali – kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali – kali tidak akan meninggalkan engkau.” Ibrani 13 : 5. Kekuatan kita dalam menghadapi situasi sulit seperti ini, adalah dengan cara hidup berpada – jangan membelanjakan uang kita menurut apa yang kita mau, tapi menurut apa yang perlu – itupun harus dengan perhitungan yang lebih cermat sebelum membelanjakan. Dan yang paling penting percayalah kepada Allah yang menjamin tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita, Dialah yang mampu menjamin hidup kita dan keluarga seutuhnya.

Memang situasi dunia ini semakin hari tidak menjadi semakin baik, tetapi semakin buruk, entah apapun pendapat , prediksi dan komentar para ekonom – pemerhati atau tokoh – tokoh ekonomi baik nasional maupu internasional yang mungkin berpendapat situasi ini akan menjadi baik “Kalau” . . . . . . , tetapi bagi anda yang membaca tulisan ini, arahkanlah pandanganmu kepada Dia yang selalu setia menjaga – memperhatikan bahkan siap menolong orang yang berharap kepadaNya, tidak ada sesuatu yang sulit bagiNya. Datanglah – berserulah maka Dia menghampiri engkau dan menolong engkau. “ Berserulah kepadaku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan (Menolong ) engkau dan engkau akan memuliakan Aku.” Mazmur 50 : 15.

Jadilah tegar dan tetap kuat didalam Dia, jangan putus asa sebab ada yang memperdulikan engkau. Tetap kerjakan yang menjadi bagian kita, Ia akan mengerjakan apa yang menjadi bagianNya.

Tidak ada komentar: